Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan (PCFS) Mendukung Perjuangan Rakyat Baturaden Melawan Proyek PLTP PT. SAE

90
BERBAGI
Logo Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (PCFS)

PCFS Mendukung Perjuangan Petani dan Rakyat Baturaden, Jawa Tengah Melawan Proyek PLTP

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas di Indonesia Harus Dihapuskan!

Kami menyerukan kepada semua aktivis tanah dan pangan (Agraria) untuk mendukung perjuangan petani, masyarakat adat dan seluruh masyarakat di Gunung Slamet, Jawa Tengah dan Rakyat Indonesia lainnya melawan proyek PLTP!

Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan atau People’s Coalition on Food Sovereignty (PCFS) bersatu dengan petani, masyarakat adat dan rakyat Gunung Slamet, Jawa Tengah dan seluruh Rakyat Indonesia menentang Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Baturaden atau proyek PLTP. Kami mendukung seruan mereka, yang diperkuat oleh Alliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) dan Front Perjuangan Rakyat (FPR), memimpin organisasi progresif di Indonesia, menentang proyek tersebut.

Kami menuntut dan mendesak agar segera dihentikan pengeboran eksplorasi yang sedang dilakukan saat ini, yang akan membuka jalan bagi kelanjutan dan penyelesaian proyek tersebut.

Proyek PLTP berarti perampasan tanah dalam skala besar dan telah menyebabkan pengusiran kaum tani, masyarakat adat dan masyarakat di daerah tersebut; kerusakan atas penghidupan dan mata pencaharian mereka; terjadi dan memburuknya bencana; serta penghancuran atas lingkungan. Hal tersebut hanya akan terus menghapuskan kedaulatan atas tanah dan pangan dari tangan rakyat di Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Masyarakat menghadapi kesulitan untuk mendapatkan air minum, air untuk mencuci pakaian, dan mengairi peternakan dan pertanian mereka. Proyek ini menyebabkan deforestasi, kerusakan tanah, lingkungan dan pencemaran sungai. Hal ini membawa ancaman buruk akan bencana, seperti halnya kenyataan yang telah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang telah merenggut nyawa banyak penduduk di daerah Jawa dan sekitarnya baru-baru ini. Dampak-dampak buruk tersebut pasti akan terus memburuk jika proyek tersebut terus dilanjutkan.

Kami mengecam pemerintah Indonesia Presiden Joko Widodo karena telah menyetujui proyek ini. Kami mengecam perusahaan kapitalis besar PT Sejahtera Alam Energi (SAE), yang dikuasai oleh kapitalis besar Jerman, karena menjalankan proyek ini. Kami juga mengkhawatirkan bahwa Herman Afif Kusomo, yang terlibat dalam kasus korupsi di bawah rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan saat ini menjabat sebagai komisaris utama PT SAE, kemungkinan besar dapat menjalankan pengaruhnya di pemerintahan agar proyek ini dapat berjalan dengan baik.

Janji proyek PLTP untuk menyediakan pasokan listrik tambahan ke Jawa, Bali dan Madura dan penyediaan kebutuhan pasokan listrik di Bandara New Yogyakarta International Airport harusnya dipenuhi tanpa merampas tanah dari petani, masyarakat adat dan masyarakat lainnya, tanpa menghancurkan tanah dan mata pencaharian mereka, dan tanpa merusak lingkungan.

Kami juga mengutuk pemerintah Indonesia dan aparat kepolisian karena melakukan penindasan terhadap petani, masyarakat adat dan masyarakat Jawa Tengah lainnya yang menolak proyek tersebut. Kami mengecam penangkapan ilegal dan pemukulan massa aksi dan atau para pemrotes lainnya. Daripada melanggar hak rakyatnya, pemerintah Indonesia seharusnya mengindahkan tuntutan mereka.

Kami menyerukan kepada semua aktivis tanah dan pangan untuk mendukung perjuangan petani, masyarakat adat dan semua masyarakat di Gunung Slamet, Jawa Tengah dan Rakyat Indonesia melawan proyek PLTP. Pembangunan harus ditempuh dengan memajukan reforma agrarian, kedaulatan pangan, dan perlindungan atas lingkungan, bukan dengan menyerang tuntutan rakyat.