Pemuda Internasional Siap Launching Hari Pemuda Desa Internasional dan Kongres Perdana

228
BERBAGI

“Pemuda Internasional berkomitmen Launching Hari Pemuda Pedesaan Internasional pada 1 Oktober, dan secara aktif akan berpartisipasi dalam 16 Hari Aksi Global Oktober yang akan dipuncaki pada Hari Perempuan Pedesaan Internasional pada tanggal 15 dan Hari Kelaparan Sedunia pada tanggal 16 yang dipimpin oleh Koalisi Petani Asia (Asian Peasant Coalition-APC) “. SAMAKI: Membangun Komunitas untuk Agroekologi dan Rapat Sekretariat YFS. 1-4 September Phnom Penh, Kamboja.

SAMAKI Participants. by Abby Valenzuela, PANAP

Para delegasi Workshop internasional Pesticide Action Network-Asia Pcific (PANAP), tentang agroekologi pada 1-3 September lalu di Pnom Penh, Kamboja, memutuskan untuk memusatkan perhatian pada memobilisasi kaum muda momentum 16 Hari Aksi Global mendatang. Demikian tegas Sarojeni Rengam, Direktur Eksekutif PANAP, menyampaikan salah satu rekomendasi dalam pidato penutupnya atas kegiatan yang telah berlansung tiga hari berjudul “SAMAKI: Community Building for Agroecology.”

Sarojeni Rengam, Direktur Executif PANAP

Workshop tersebut ini bertujuan untuk menempatkan advokasi agroekologi ke dalam kerangka kedaulatan pangan. Diskusi panel yang diselenggarakan menyajikan materi tentang “agroekologi dan hak atas tanah” pada hari pertama, kemudian “peran pemuda dalam perjuangan tanah dan kedaulatan pangan” dihari kedua, dan tentang “pasar produk pertanian” di hari ketiga.

Santosh Sonu, Ketua MIJARC-India

Selain itu, pada hari kedua juga berlansung kunjungan lapangan ke sebuah peternakan dan lahan pertanian organic milik Pusat Studi dan Pengembangan Pertanian di Kamboja (CEDAC), yang sekaligus menjadi tuan rumah setempat penyelenggara kegiatan tersebut.

Workshop tentang peran Pemuda dalam kampanye Agroekologi, ha katas tanah dan kedaulatan pangan

Marlon Lester, Ketua NNARA Youth/Sekjend. YFS

Lester Gueta, Ketua dari Jaringan Pemuda Nasional untuk Advokasi Reforma Agraria (NNARA-Youth), bersama Santosh Sonu dari MIJARC, yakni organisasi Pemuda di India, kemudian Nasira Habib dari Khoj, dan Deepa Rengam dari PANAP, memimpin diskusi menarik tentang memobilisasi pemuda untuk agroekologi.

Gueta, sekretaris jenderal jaringan pemuda internasional untuk kedaulatan pangan / International Youth for Food Sovereignty (YFS), menyampaikan materinya fokus pada hubungan agroekologi dan pemuda dengan realitas sosial, dan kebutuhan untuk menghubungkan pemuda pedesaan dengan pemuda di daerah perkotaan dan bersama-sama terlibat dalam perjuangan petani dan masyarakat luas untuk reforma agraria sejati dan kedaulatan pangan. Sedangkan Sonu, yang juga anggota badan pimpinan YFS, menekankan perlunya menggunakan cara kreatif dan pendekatan langsung untuk mengorganisir kaum muda.

Sementara itu, Habib menyoroti pentingnya pendidikan dan menangani aspek gender dan kasta dengan baik dalam memobilisasi kaum muda, terutama hal seperti keadaan khusus di India yang masih sangat kental atas kasta dan strata social yang ada. Sedangkan Deepa Rengam dari PANAP untuk Community-based Pesticide Action Monitoring (CPAM) atau Monitoring Pestisida berbasiskan Masyarakat, Ia mensharingkan tentang ide dan inisiatie untuk membuat aplikasi HP sebagai salah satu alternatif lain untuk menyebarkan informasi dan publikasi tentang bahaya pestisida dan kebutuhan agroekologi sebagai jalan untuk mendorong pertanian berkelanjutan dengan kerangka kerja berbasis masyarakat dan kedaulatan pangan.

“Ini juga bertujuan untuk menjangkau dan mengembangkan hubungan langsung dengan pemuda dan masyarakat luas,” kata Ms. Deepa.

Harry Sandy Ame, KaDept Kampanye dan Hubungan Internasional AGRA/Ketua YFS

Anggota YFS yang juga berpartisipasi dalam Worhsop ini termasuk ketua Harry Sandy Ame dari AGRA (Aliansi Grakan Reforma Agraria) Indonesia, Chea Takihiro dari Green Shoot, dan Suresh Kanna dari Kudumbam. Selain itu, banyak organisasi lain menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dengan jaringan pemuda tersebut.

Rapat Sekretariat dan Pemimpin Pemuda untuk Kedaulatan Pangan.

YFS, pada tanggal 4 September juga mengadakan pertemuan Pimpinan untuk persiapan Kongres dan launching perdana hari pemuda pedesaan Sedunia. Mereka berencana untuk mengadakan kongres di Indonesia pada bulan Maret 2018. Anggota YFS juga secara singkat membahas situasi pertanian, kedaulatan pangan, dan kebijakan neoliberal yang saat ini mempengaruhi kaum muda dan masyarakat dunia dengan berbagai dampaknya yang mengancam masa depan pemuda.

Dalam pertemuan tersebut, mereka berhasil mengidentifikasi dan menetapkan waktu kapan akan diselenggarakannya Kongres dan apa yang akan menjadi isi programnya selama seluruh rangkaian kongres berlansung. Mereka juga memutuskan untuk melakukan berbagai aksi dan kegiatan parallel menuju Kongres 2018. Seperti hal-nya pada tanggal 1 Oktober tahun ini melakukan launching hari pemuda Desa Internasional, sekaligus sebagai bagian kampanye Pangan dalam Agenda 16 Hari Aksi Global yang akan dipuncaki pada Hari Perempuan Pedesaan Internasional pada tanggal 15 dan Hari Kelaparan Sedunia pada tanggal 16 yang dipimpin oleh Asian Peasant Coalition (APC).

YFS juga berkomitmen untuk berpartisipasi dalam kampanye melawan Perjanjian Perdagangan Bebas seperti Kemitraan Komprehensif Ekonomi Region atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada bulan November, Hari Hak Asasi Manusia pada tanggal 10 Desember, dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan perjuangan pemuda dan kaum tani.

Foto Solidaritas Mendukung Ka Paeng Menjadi Sekretaris Departemen Agraria (DAR) / Menteri Agraria Philipina

Sejalan dengan semua kegiatan SAMAKI ini, dengan semangat untuk membangun dan memajukan Solidaritas Internasional, para peserta juga melakukan “Group Photo” untuk menyampaikan solidaritas dan dukungan mereka kepada Rafael Mariano (Ka Paeng) sebagai Sekretaris Departemen Reforma Agraria Filipina (DAR) atau Menteri Agraria Filipina.

Solidaritas untuk Petani Olak-Olak Kubu Raya, Kalimantan Barat dan Petani Sekitar Gunung Slamet, Jawa Tengah

Semua peserta juga menyampaikan solidaritas mereka atas perjuangan petani di Olak-olak Kalimantan Barat melawan perampasan lahan oleh PT. CTB dan PT. Sintang Raya yang mengklaim tanah mereka untuk perkebunan kelapa sawit. Solidaritas juga disampaikan untuk perjuangan petani di Jawa Tengah melawan pembangunan Proyek Panas Bumi yang membawa dampak masyarakat di sekitar Gunung Slamet (Gunung Slamet).

Petani di Olak-olak, Kubu Raya, Kalimantan Barat dan Petani di Banyumas Jawa Tengah adalah cabang regional AGRA di Indonesia #

Dilaporkan oleh: Catterin Manga (SINAGBAYAN and Secretariat of YFS).

Foto Terkait: