KEGIATAN AGRA

Riset/Penelitian

Riset merupakan pekerjaan terpenting bagi AGRA untuk mengetahui masalah petani, nelayan dan sukubangsa minoritas dalam aspek ekonomi, social, politik dan kebudayaan. Riset bisa dijalankan juga karena isu tertentu/khusus yang berkaitan dengan petani, nelayan dan sukubangsa minoritas atau berdasarkan isu yang sedang dialami oleh Petani, Nelayan dan sukubangsa minoritas.

Riset dijalankan dengan memadukan berbagai metodologi; kajian pustaka (literature, dokumentasi, kebijakan dan regulasi), melakukan tinjaun lapangan, Kwisioner, diskusi kelompok terbatas (FGD), maupun wawancara mendalam (In-Depth Interview). Motodologi riset dapat dikembangkan beradasarkan kebutuhan. Pelaksanaan riset dapat dijalankan dengan bekerjasama dengan lembaga lain, maupun Individu yang memiliki kompetensi dan konsen dalam pekerjaan riset/penelitian.

Hasil Riset menjadi dasar untuk melakukan kampanye dan advokasi kebijakan melalui penerbitan, publikasi, penyelenggaraan forum-forum (seminar, Workshop, diskusi public), dengar pendapat (hearing) dengan pemerintah dan mendorong lahirnya kebijakan atau perubahan kebijakan yang dapat melindungi hak petani, nelayan dan sukubangsa minoritas serta masyarakat secara keseluruhan.

Publikasi

Basis publikasi adalah hasil dari riset yang dijalankan, Produk publikasi berupa buku, jurnal, artikel, kertas posisi, Kertas Kebijakan, Makalah, Info Grafis, poster, dan produksi visual dan audio visual berupa Film documenter, Video Clip, foto video dan lagu. Diseminasi produk publikasi melalui dialog publik, seminar, workshop, konferensi, pentas kebudayaan dan memanfaatkan media massa maupun media social.

Pengorganisasian

Pengorganisasian dilakukan untuk penguatan terhadap petani, nelayan dan sukubangsa minoritas secara kelembagaan, agar memiliki kekuatan kolektif guna memperjuangkan hak dan kepentingannya serta untuk perbaikan ekonomi, social, hak politik dan memajukan kebudayaan.

Output dalam pengorganisasian adalah terbangunya kelompok-kelompok, atau organisasi, tani nelayan dan sukubangsa minoritas, dan secara khusus dalam setiap komunitas juga terbangun kelompok atau organisasi khusus perempuan (perempuan tani, perempuan nelayan dan perempuan sukubangsa minoritas), hal ini didasarkan atas pertimbangan problem khusus yang dihadapi oleh perempuan.

Penguatan kelembagaan

Penguatan kelembagaan menjadi kegiatan berkelanjutan dan tanpa penguatan kelembagan, tujuan untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi petani, nelayan dan sukubangsa minoritas tidak mungkin dapat tercapai. Penguatan kelembagaan dilakukan untuk efektifitas fungsi lembaga, pemenuhan kebutuhan dan control social.

Edukasi

Prinsipnya edukasi dilakukan untuk menjawab kebutuhan anggota, yang bertujuan untuk meningkatankan pengetahuan, pengembangan kapasitas dan keterampilan dalam berbagai aspek. Agar mampu untuk menjalankan organisasi dan peningkatan kemampuan dalam mengelola potensi ekonomi, pertanian, kehutanan dan kelautan untuk kesejehteraan.

Advokasi

Focus kerja advokasi dilakukan dalam dua hal, pertama advokasi terhadap persoalan yang dihadapi oleh petani, nelayan dan sukubangsa minoritas melalui penguatan, pelatihan dan pendampingan/bantuan hukum. Kedua, advokasi yang dilakukan terhadap regulasi dan kebijakan pemerintah agar lebih melindungi dan berpihak terhadap kepentingan petani, nelayan dan suku bangsa minoritas.

Kampanye dan Perlusan Jaringan

AGRA mengembangkan kampanye dan perluasan jaringan sebagai kerja organisasi dan penguatan advokasi. Pengembangan kampanye atas berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan petani dilakukan baik dalam skala nasional, regional, dan internasional. Saat ini AGRA menjadi bagian dalam berbagai koalisi dan aliansi bersama jaringan organisasi masyrakat sipil lainnya, seperti:

  1. Nasional : Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) dan Front Perjuangan Rakyat (FPR)
  2. Regional : Asian Peasant Coalition (APC), IPA (WTO), International People Forum (UNFCCC), Pesticide Action Network Asia Pacific (PAN-AP), CORA, CAWI, IPAA on ASEAN, Asian Wide Campaign (AWC).
  3. International/Global : International League Peoples’ Struggle (ILPS), People Over Profit (POP), World Rural Youth for Genuine Agrarian Reform and Food Sovereignty, People’s Coalition on Food sovereignty (PCFS)
IndonesiaEnglish