AGRA Banten : Negara Harus Segera Penuhi Hak Nelayan Korban Tsunami Selat Sunda

56
BERBAGI
Nelayan di Banten bersama relawan melakukan pembersihan kawasan pantai dari puing-puing sisa tsunami. [foto:IB]

Pandeglang, Banten – Tiga pekan pasca tsunami selat sunda 22 Desember 2018 lalu, nelayan di desa Ujung Jaya kecamatan Sumur kabupaten Pandeglang, Banten masih belum bisa kembali melaut. Pasalnya  perahu mereka mengalami kerusakan begitu juga jaring yang merupakan alat tangkap mereka hilang disapu gwlumbang maha dahsyat tetsebut.

Ahmad Romdhoni ketua Keluarga Mahasiswa Cibaliung (KUMAUNG) cabang kota Serang yang berasal dari desa Ujung Jaya mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada upaya dari pemerintah daerah terkait kerugian nelayan akibat bencana tsunami, padahal nelayan sudah ingin kembali bekerja namun alat tangkap mereka banyak yang rusak. Di ujung Jaya setidaknya ada 16 orang nelayan yang mengalami kerusakan perahu/Jukung dan kehilangan jaring. Kini mereka hanya bisa menangkap ikan menggunakan jala di pesisir untuk bisa menghasilkan ekonomi bagi keluarganya yang tentu hasilnya jauh dari kata cukup.

Menurut Dhoni, para nelayan yang jadi korban bencana tsunami saat ini butuh bantuan untuk memperbaiki perahu maupun pengadaan alat tangkap lainnya. Dhoni juga berharap pemerintah dalam hal ini kementrian kelautan dan perikanan segera merealisasikan janjinya yang akan memberikan bantuan perbaikan perahu serta alat tangkap bagi nelayan.

Budi khermansyah dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) propinsi Banten mengungkapkan bahwa bantuan kerugian usaha akibat bencana merupakan hak bagi rakyat yang diatur dalam UU 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. “Mendapatkan bantuan merupakan hak rakyat yang jadi korban bencana dan kewajiban negara memenuhi haknya itu. Karenanya negara harus segera memenuhi hak nelayan yang jadi korban bencana agar tidak terjadi bencana susulan yang lebih dahsyat, yaitu bencana ekonomi”. Tutur Budi.

Budi juga mengajak semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap korban bencana untuk mulai memperhatikan keberlangsungan usaha para nelayan. Bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok memang penting, tapi lebih penting lagi membantu para korban terutama para nelayan untuk bisa berusaha kembali.