AGRA Mengecama Perampasan Gabah Oleh TNI di Maros

331
BERBAGI

“Serapan Gabah (SERGAB) Petani, yang merupakan salah satu bagian Program kebijakan Pangan Jokowi merupakan upaya monopoli beras oleh Negara yang terus merugikan Kaum tani dan Rakyat Luas Indonesia”, Rahmat (Ketua AGRA)

Jakarta, 15/03/ 2018, Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Mengecam tindakan prajurit TNI dari Kodim 1422 Maros yang melakukan penyitaan 140 ton Gabah dari para pembeli gabah di Kabupaten Maros pada Rabu 14 Maret 2018, selain menyita gabah yang dibawa para pembeli tersebut, kodim 1422 Maros juga melakukan patroli dan intimidasi terhadap Petani yang sedang melakukan panen di sawah agar petani menjual gabah hasil panennya kepada Bulog dengan harga lebih rendah dari para pembeli local. Soal harga tersebut disampaikan puluhan petani dari Bantimurung dan Simbang yang mendatangi Markas Kodim 1422 di Jl. Ratulangi Maros Rabu 14 Maret 2018 seperti diberitakan Tribun  Jabar.

Kodim 1422 Maros semakin gencar melakukan Operasi Serapan Gabah Petani (Sergap) agar gabah petani bisa diserap maksimal oleh Bulog. (HANDOVER)
Foto: Ansar/tribunmaros.com

Menurut petani, harga yang dibeli oleh para pedagang local ini memiliki selisih Rp 200 lebih tinggi di banding harga yang dipatok oleh Bulog per kilo gram-nya, dimana bulog membeli dengan harga Rp. 4.500 dan para pedagang local membeli dengan harga Rp. 4.700 per kilo gramnya. Di Bantimurung luas lahan sawah sekitar 3000 Ha dengan hasil rata-rata 6 ton per Hektar, jadi ada selisih sekitar Rp. 3,6 Miliar. Di kabupaten Maros, luas persawahan sekitar 26.000 Ha, kalau dengan selisih harga Rp. 200 saja, artinya bulog telah merugikan kaum tani di maros sebesar Rp. 31 miliar.

Pemaksaan penjualan gabah hasil produksi petani kepada Bulog oleh TNI dengan harga lebih rendah dari harga pasaran, bukan hanya terjadi di kabupaten Maros, tapi di berbagai kabupaten lain di Sulawesi selatan seperti Bulukmba, Pinrang, Enrekang dan lainnya yang memang sedang menjalankan panen raya pada bulan Maret ini.

Tindakan TNI ini berdalih pada program Serapan Gabah (SERGAB) yang merupakan program  kementrian pertanian. Program ini oleh kementrian pertanian dikerjasamakan dengan Tentara Nasionan Indonesia-Angkatan Darat (TNI AD), tindak lanjut dari program ini adanya  Memory Of Understanding (MoU) antara TNI AD dengan Bulog. Dalam kejadian ini kedudukan Bulog tidak lebih sebagai “tengkulak” yang biasa melakukan pencurian prodak lebih yang dihasilkan oleh para petani di pedesaan, tentu sajah kedudukan bulog seperti ini akan sanagat merugikan petani apalagi tindakan ini mendapat dukungan penuh dari TNI-AD. Hal ini dapat dibuktikan dengan Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono dan Dirut Perum Bulog, Djarot Kusumayakti di lantai 3 Aula A.H. Nasution Mabes AD, Jakarta Pusatpada 7 Agustus 2015.

Rahmat, Ketua AGRA menyatakan bahwa, tindakan pemerintahan Jokowi melalui  Bulog dan TNI yang memaksa petani menjual hasil panen kepada bulog dengan harga rendah sangat merugikan petani padi di Indonesia. Ini merupakan upaya monopoli beras oleh Negara melalui Bulog dan tidak sama sekali mempengaruhi tingginya harga beras di pasaran yang berkisar antara Rp. 11.000 – Rp. 12.000 perkilo gram-nya, bahkan ketika impor terus dilakukan. Justru sebaliknya kebijakan serap gabah dan impor beras terus mengakibatkan kaum tani semakin miskin, karena dilain sisi harga biaya produksi terus meningkat ditengah terus dicabutnya subsidi pertanian.

Disisi lain pelibatan TNI dalam sector pertanian bukan malah memberikan rasa aman tapi membuat kaum tani ketakutan dan merasa terintimidasi bahkan hanya untuk menjual hasil produksinya dengan harga yang lebih baik.

Oleh karena itu, AGRA menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk menarik pasukan TNI dari sector pertanian serta membatalkan MoU antara TNI dan Bulog, begitu juga penetapan harga harus sesuai dengan harga pasaran dan mempertimbangkan kesejahteraan serta keuntungan bagi petani. Petani harus diberikan kebebasan memilih cara dan kemana penjualan hasil produksi akan dilakukan.

Nara hubung :

Rahmat: 0821-1134-1420